Skip to main content

A Day in Pujon

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman punya kesempatan untuk berkunjung ke Pujon, untuk refreshing otak dari thesis yang bikin mau muntah tiap kali liat tulisan. Jadi, jangan tanya saya gimana rutenya sampai ke Pujon apalagi ke Pujon Kidul tempat kita main hari itu. Pokoknya masuk gang kecil gitu, masuk lagi ke jalan kecil, sempat bikin kita ragu soalnya jalannya nggak kayak jalan mau ke tempat wisata gitu.

Begitu masuk ketempat wisata, kalian bakal disambut sama segala macam jenis tanaman yang bikin adem mata, hati dan pikiran. Meskipun waktu itu cuacanya panas, tapi semua itu bakal terlupakan dengan damainya suasana di Pujon Kidul ini. Coba deh lihat fotonya dibawah ini






See? Seger banget kan untuk jadi tempat santai dan menjauh sejenak dari hiruk pikuk duniawi? Biaya masuknya Rp. 8.000 per orang, dan tiket itu sudah bisa ditukar didalam tempat wisata sama makanan. Satu tiket bisa dinilai Rp.5.000 atau Rp.4.000, tergantung lokasi jualannya. Asik banget kan? Kita waktu itu cobain singkong gorengnya, terus dimakan dibawah pondok gitu ditemani angin dan suasana serta aroma segar persawahan. Bawaannya ngantuk men! 

Selain itu, wisata ini juga cocok banget buat yang suka foto-foto kayak saya, apalagi buat yang punya instagram, bagus banget jadi materi buat upload foto hehehe....
Yang kebetulan sudah bosan sama wisata di Batu, boleh banget kesini! Sangat direkomendasikan terutama untuk kamu-kamu yang bosan dengan rutinitas kamu. Iya sih, nanti juga balik ke rutinitas semula, tapi kamu bakal kembali dengan membawa pikiran dan suasana hati yang jauh lebih baik :)

Love,
M

Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...