Skip to main content

What to Eat in Singapore

Satu hal yang selalu menjadi daya tarik dari suatu liburan atau perjalanan buat saya adalah makanan. Makanan inilah yang kemudian menjadi moodbooster sejati buat saya. Tapi, kalau makanannya bikin dompet bocor, mood juga pasti ikutan bocor. Maka dari itu, makanan yang saya makan selama di Singapore adalah makanan dengan harga kaki lima, murah meriah, merakyat, masuk akal, you name it deh.... atau istilah Singapura untuk makanan jenis ini adalah hawker food. Makanan apa sajakah itu? Yuk, lanjut baca! 

1. Hainanese Chicken Rice


Ini adalah makanan pertama yang masuk perut saya setibanya di Singapura. Entah efek lapar karena dari pagi belum makan, pokoknya Hainanese Chicken Rice ini enak banget. Nasinya itu adalah nasi lemak, dengan roasted chicken yang empuk, dan kuah sup yang sayangnya hambar. Saya nggak tau ya itu sayur yang warna hijau itu namanya apa, rasanya nggak pahit sih cuman saya kurang suka karena rasanya kayak daun ubi gitu deh. Saya nggak harus jelaskan sesuatu yang seperti telor itu kan? Yes, karena itu memang telor rebus biasa. Harus banget cobain ini kalau main ke Singapura, dan kebetulan makan ini waktu ke hawker center yang namanya Lau Pa Sat. Harganya sekitar 5$ aja, enak, kenyang, dan murah!

2. Fried Rice, Kwetiau Mee, and Carrot Cake


Kalap mesan ini. Porsinya banyak banget ternyata. Pertama, Fried Ricenya enak lah, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan nasi goreng abang-abang di Indonesia. Kedua, Kwetiau Mee itu ya mie kwetiau yang juga banyak banget dijual di Indonesia. Bedanya cuman di Singapura banyak 'pernak perniknya' kayak toge, telor, sejenis tempura, udang, cumi, dan kerang. Yah.... semacam kwetiau seafood gitu deh, tapi kerangnya ampun deh amis banget. Kayaknya itu kerang diambil dari laut terus ditabur di mienya, saya yang kampung begini mana bisa makan yang amis cenderung mentah gitu. Selain kerangnya, semuanya enak kok. Ketiga, Carrot Cake sih namanya tapi tidak ada carrot atau wortel sama sekali didalamnya. Bingung kan lu? Yasama, saya juga. Jadi, carrot cake ini sejenis kue beras gitu yang di goreng sama telor dan ditaburin daun bawang. Suapan pertama sih enak, lama-lama minyak dari carrot cake ini makin berasa dan berpeluang bikin sakit tenggorokan. Lokasi makanan ini ada di Lau Pa Sat, dan harga ketiga makanan ini semuanya cuman 11$.

3. 1$ Juice


Bukan cuman ice cream 1$ aja yang wajib dicoba, tapi 1$ juice ini. Pilihan buahnya ada banyak banget, dan untuk beberapa buah yang mehong harganya bisa 1.5-2.5$. Rasanya? Nggak enak-enak banget, tapi masih layaklah buat pelepas dahaga. Cuman 1$ ini.... nggak rugi lah nyobain. 1$ juice ini ada banyak stallnya di Bugis Street. 

4. Laksa


Laksa ini adalah mie kuning yang kuahnya bersantan, dan didalam mienya ada banyak lauk seperti tahu, tempura, dan baso ikan. Rasa mienya itu seperti mie telor di Indonesia, nah kuahnya ini yang agak susah dideskripsikan. Buat anak Kalimantan Tengah yang pernah makan juhu kujang dan pundang pasti ngerti rasa kuahnya. Buat yang nggak tau, jadi rasa kuahnya itu seperti kuah lontong sayur tapi santannya nggak bikin eneg. Laksa ini saya cobain di Albert Food Center seharga 5.5$.

5. Dal.komm


Yeap. Sayang banget kalau ke Singapura nggak kesini, soalnya Mango Cube dan Strawberry Cubenya enak banget dong. Harganya agak mehong sih buat ukuran minuman, yaitu 8.5$. Tapi nggak bakal nyesal deh. Dal.komm cafe ini ada di The Center Point Orchad Road.

6. Chicken Sausage


Jajanan ini adalah sosis yang dibalut sama daging ham gitu. Rasanya enak deh, bakal lebih enak kalau ada sausnya macam gorengan di Indonesia. Saya nyobain satu stick seharga 2$ di Bugis Street, lumayan mengganjal perut untuk jalan kaki 1km kedepan wkwkwk

7. Nasi Lemak


Emang dasar orang Indonesia, lapar nyarinya ya nasi. Jadi pilihan kita jatuh ke nasi lemak ini. Warna nasinya hijau gitu, lauknya bebas pilih ada ayam, telor ceplok, kentang, tempura, macem-macem deh. Satu porsinya cuman 2.80$. Meskipun rasanya nggak bikin mata berkaca-kaca saking enaknya, setidaknya kenyang kan? Kita cobain makan ini di Albert Center Bugis.

8. Durian


Saya adalah pencinta durian. Jadi, ketika hidung ini menghirup bau durian, saya mencari sumber dari bau durian itu dan menemukan lapak durian yang cukup besar di Bugis Street. Harganya bervariasi tergantung jenis duriannya. Saya pilih durian Musang King, yang astaganaga lembut dan enak banget. Tiga biji durian dalam styrofoam itu seharga 5$ di Bugis Street.

9. Barbeque Chicken Wings


Kelihatannya enak kan? Rasanya? Kita menyesal pesan ini. Serius. Jadi, dari awal lihat stall chicken wing ini memang sudah masuk list untuk dicobain. Karena satu chicken wingsnya cuman 1.5$. Buat pelajaran, bahwa selalu teliti dalam segala hal. Beneran aja satu pcs chicken wingnya cuman 1.5$, yang kelewatan kita perhatikan adalah minimal pembeliannya adalah 5 pcs. Sampai disitu, okelah kita terima. Sampai chicken wing ini kita makan, cuman bisa pejam mata. Hambar. Ini sayap ayam cuman dibakar doang tanpa bumbu apa-apa. Membuang 7.5$ untuk chicken wings yang nggak ada rasanya. Bahkan saus dan jeruk nipisnya nggak kalah bikin rasanya tambah kacau. Sausnya kecut, dan sialnya kadung di peras jeruk nipis di atasnya, makin kecutlah. 

10. Samyang X Iced Caramel Macchiato


Lapar di bandara, maka mie instant adalah makanan yang paling masuk akal untuk dimakan karena murah meriah. Satu cup Samyang jumbo itu seharga 3$, dan Iced Caramel Macchiatonya gratis karena kita beli Tumbler Starbucks di Changi. 


Jadi, pilihan tempat makan kita memang bolak balik antara di Lau Pa Sat dan Albert Center aja, karena Lau Pa Sat dekat dengan hotel kita, dan Albert dekat dengan destinasi wisata yang mau kita kunjungi. Bolak balik makan disitu memang terasa perbedaannya. Lau Pa Sat memang agak lebih mahal daripada Albert Center. Tapi, Lau Pa Sat nggak seramai Albert, lebih bersih dan luas. Jadi kita makan nyaman dan santai. Kalau Albert Center ini penuh hiruk pikuk orang banyak dan tempat makannya juga sedikit jadi ya pintar-pintar cari tempat aja. Masih banyak sebenarnya makanan yang pengen saya cobain, salah satunya Kaya Toast. Next time kalau ada kesempatan pergi ke Singapura lagi, saya harus cobain Kaya Toast!

Love,
M





Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...