Beberapa waktu yang lalu saya punya kesempatan untuk kembali berkunjung ke Singapura. Dan dalam perjalanan kali ini saya mendapatkan banyak cobaan. Lupa ganti stasiun MRT yang akhirnya memangkas waktu istirahat, Singapura hujan, Patung Merlion direnovasi, teman saya kurang sehat, sampai pada saat pulang MRT juga bermasalah yang menyebabkan kita sempat kebingungan bagaimana caranya sampai di Changi menggunakan bus karena saya sebelumnya ke Changi pasti menggunakan MRT.
Tapi, semuanya terlewati. Selalu ada jalan ditengah kebingungan, dan itulah resiko ketika kita memutuskan untuk traveling, terutama dengan gaya backpacker seperti saya. Yang orang lain lihat hanyalah foto bagus yang kita pamerkan di media sosial, yang tahu sejarah foto itu adalah kita sendiri. Pengalaman saya dalam traveling memang masih awam, tapi ada satu hal yang harus saya sampaikan ketika teman-teman punya rencana traveling. Hanya ada satu hal, yaitu SIAP. Kita harus siap ketika rencana yang disusun tidak bisa berjalan, harus siap ketika banyak halangan seperti cuaca, kesialan, lupa, dan lain sebagainya. Jangan mengeluh capek, karena traveling MEMANG BIKIN CAPEK. Jangan mengeluh dan putus asa. Berpikir, bertanya, cari jalan keluar.
Mungkin tidak semua orang bisa menikmati dan menerima kekurangan dalam traveling, tapi saya termasuk orang yang sangat menghargai kesempatan ini. Saya selalu senang memperhatikan kehidupan orang asing, cara mereka makan, budaya mereka, cara mereka bertahan hidup, dan semua hal baru yang mungkin tidak saya temukan disini.
Di Changi Airport saya dan teman saya berada agak lama di toilet karena harus menyusun kembali barang-barang. Disitu saya melihat petugas toilet menemukan sesuatu di dalam bak sampah dan terjadi percakapan singkat antara saya dan dia.
She: What is this?
Katanya sambil mengacungkan benda yang berkelap kelip kepada saya. Saya memperhatikan sebentar, dan berkata
Me: Ah, that's a ring. Try it on your finger.
Dia mencoba memasangnya, tersenyum dan memperlihatkan kepada saya. Saya tersenyum dan berkata That's pretty cool. Kemudian dia keluar dari toilet dan menyisakan saya dengan keprihatinan. Ketika dia tersenyum dan mengacungkan cincin kepada saya, saya melihat matanya yang lelah tapi tetap tersenyum untuk hal sederhana di sekelilingnya. Saya beruntung karena dia kembali masuk dan saya bisa melanjutkan percakapan.
Me: How long you have been working here?
She: Warna wajahnya berubah lelah dan menjawab Two years
Me: Are you tired of your job?
She: Yes i am. I work 12 hours a day
Me: Saya merasakan lelahnya dan berkata but you help us and all the passengers with your services
She: Tersenyum samar dan berkata yeah that's my job. Are you come back home?
Me: Yes, i'm going to Surabaya
She: I thought you work in Singapore
Me: No, just a short holiday in here.
She: Okay
Me: Stay healthy
She: Mengangguk dan berkata Bye bye
Kemudian sambil menunggu waktu penerbangan, saya jalan-jalan sebentar mengelilingi terminal bandara dan kembali melihat seorang pria yang menggunakan baju petugas dan saya menebak usianya pasti diatas 60 tahun, makan sambil berdiri di meja charging station. Saya merasakan lelah kedua orang yang saya temui barusan, petugas toilet sebelumnya dan petugas pria tersebut. Selalu ada lelah dan hal sulit dalam suatu pekerjaan, meskipun saya belum bekerja tapi bahasa tubuh mereka mengatakan semuanya dengan jelas. Saya sadar bahwa setiap pekerjaan orang lain tidak boleh kita pandang sebelah mata, karena bisa jadi mereka berusaha dan bekerja lebih keras daripada yang kita bayangkan. Dan hal tersebut semua saya alami ketika traveling.
Jadi, hargai kesempatan ketika ketika berada diluar, entah di luar kota ataupun di luar negeri. Karena kalau kamu mau sedikit saja memperhatikan, ada banyak hal di dunia ini yang membuat kamu bersyukur akan berkat Tuhan yang memberikan kamu kesempatan hidup sebagai seorang manusia, sekaligus warga negara dunia 😊

Comments
Post a Comment