Skip to main content

Healing Takes Time

Tanggal 1 Februari kemarin adalah hari yang akan saya ingat selamanya. Karena hari itu juga saya kecelakan yang menyebabkan dua jenis luka di kaki saya, luka karena jatuh dan luka bakar. Hari ini, adalah hari keenam saya DIAM didalam kamar kost. Sekalinya keluar kamar, saya cuman turun tangga (dengan susah payah) untuk ambil makanan yang saya pesan di Grabfood, atau sesekali duduk di teras depan kos kalau anak-anak main ke kost saya. 

Saya yang nggak bisa diam ini, disuruh untuk mendekam di kamar kost? Rasanya mengerikan. Jangan tanya saya nangis berapa kali karena tiba-tiba kangen rumah, kangen orangtua.... Saya mungkin bisa aja minta anak-anak sering main ke kost, tapi they have their own life, too dan saya nggak mungkin suruh mereka setiap hari samperin saya. Rasanya semuanya serba mellow. Saya susah jalan, nggak nafsu makan, waktu lama berlalu, tesis belum kelar, nggak bisa pergi ke perpustakaan, dan ada beberapa urusan yang harus saya kerjakan juga sebetulnya. Saya frustasi membayangkan menghabiskan bulan februari gini-gini aja. Nggak mungkin jalan-jalan sambil geret kaki, kan?

Yes, I do understand that healing takes time. Saya yang nggak bisa diam ini, mungkin disuruh istirahat. Di atas itu semua, saya bersyukur dikelilingi oleh teman-teman yang berharga, yang siap sedia ketika saya butuh pertolongan, yang menghibur saya dan membuat saya lupa sejenak bahwa kaki saya cedera. 

Cepatlah sembuh kakiku tersayang!




Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...