Skip to main content

Ears

Indera apa yang paling sering kalian gunakan?
Kalau saya.... indera pengecap yaitu lidah, sekalian sama antek-anteknya si mulut.
selain digunakan untuk makan, minum, dan nyanyi tanpa peduli nada, saya gunakan mulut ini untuk ngomong, and i talk way too much, i guess.

Pertanyaannya.... kapan mulut saya berhenti ngomong, selain waktu sikat gigi ? Karena agak susah ngomong sambil sikat gigi, meskipun saya pernah coba beberapa kali. Saya ngomong hampir sepanjang hari dan dengan apa aja, sama benda mati sekalipun. Intinya, saya banyak ngomongnya daripada diamnya. 

Semakin kesini, saya berusaha untuk kasih peran yang lebih besar daripada sebelumnya untuk indera yang agak jarang saya gunakan dengan baik, yaitu indera pendengar.... telinga. Bukan berarti saya budeg atau semacamnya, saya hanya berusaha untuk memaknai sesuatu lebih baik dengan telinga saya.

Thank God, saya dikelilingi oleh orang-orang yang suka sharing, dan dari situlah saya mendengar apapun yang orang lain coba sampaikan, dari sudut pandang yang berbeda. Kadang memang nggak sepaham dengan saya, tapi dari situ saya justru dapat 'nilai' yang baru. Dan dari situ juga telinga saya, pada gilirannya berfungsi lebih dari sekedar mendengar, tapi berusaha untuk mengerti dan menghargai pandangan orang lain.

Saya kadang bisa secara instan menghakimi orang lain berubah, meskipun nggak ada negara api yang menyerang. Tapi, dengan sharing saya tahu bahwa selalu ada alasan dibalik suatu perubahan (agak terdengar seperti pidato kampanye), sekecil apapun. Bahkan dengan alasan yang paling nggak logis sekalipun, segala sesuatu bisa berubah. Saya nggak perlu berdebat demi membuktikan penghakiman saya, pada saat seperti itu, telinga saya harus ambil bagian. Karena dengan cara itulah saya menemukan jawaban, bukan penghakiman selanjutnya.

Dan ketika marah, saya akan berubah jadi orang yang nggak mau tahu, nggak mau dengar penjelasan apapun. Padahal bisa jadi saya marah justru karena kesalahan saya sendiri, bukan orang lain yang kebetulan sial dan terlibat. Kebiasaan buruk yang harus segera saya tenggelamkan. Saya memang masih berstatus pendatang baru dalam organisasi 'telinga', but i'll try my best to do it. And i think....that's not a bad thing to give your 'mouth' a little break.



Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...