Skip to main content

What I've been eating in Singapore


Saya orang yang suka olahraga.... mulut.
Yes, selain suka sepik, nyanyi dengan suara yang bakal bikin telinga member Boyce Avenue berdarah, saya juga suka makan. Mungkin lebih tepatnya, suka ngemil. Jadi, waktu punya kesempatan main ke Singapore, saya bertekad nggak cuman selfie-selfie-ria di Merlion, tapi saya harus cobain makanan yang enak dan tentu saja HARUS masih tergolong murah selama di Singapore.
Teteup, pelit.

1. Starbucks Bakeries & Iced Caramel Macchiato



Sepertinya saya memang kecanduan kopi. Satu hari nggak minum itu seperti ada yang kurang, seperti sayur bening tanpa sayur. Loh? ngaco hahahaha.... Intinya, selama di Singapore, saya nggak mungkin bikin Torabika Cappuccino, saya nggak stock buat dibawa, nggak ada yang jual juga, dan sudah jelas ribet, plus saya nggak tau dimana di Singapore orang ada jualan es batu. Iya, karena saya minum kopi itu harus dingin. Harus. Jadilah, saya berpaling beberapa hari ke Starbucks. Seandainya (beneran juga nggak apa-apa) harga Iced Caramel Macchiato itu semurah harga satu sachet Torabika Cappuccino, mungkin darah saya sudah berubah jadi kopi.

Dear Torabika Cappuccino, tenang aja. Saya pasti setia sama kamu, karena khayalan saya diatas mustahil terjadi. Semustahil Jorge Lorenzo ngebut pakai motor balapnya bawain pecel kedepan kos saya. Kalau disuruh milih antara kamu (murah dan enak) dan iced caramel macchiato (mehong dan enak), i'd still choose you, murah dan enak.

2. Dal.comm Coffee




Yang pernah nonton drama Descendant of The Sun pasti tau cafe ini. Saya bukan fan sejati drama itu sebenarnya, cuman karena punya kesempatan nyobain yaa kenapa nggak. Jadi, kita pesan Mango Cube dan Strawberry Cube yang masing-masing harganya 8.5$. Rasanya? Enak! Nggak terlalu manis, dan ada rasa susu yang nggak bikin eneg ditambah sama potongan buah yang asem-asem-seger. Lokasi cafe ini ada di kawasan Orchad dan saya lupa nama mallnya hehe 😅

3.  KFC Cheese Tart



Sepertinya Cheese Tart sedang sangat booming, dimana-mana cheese tart bertebaran dan salah satunya di KFC. Saya coba beli waktu itu di Chinatown Point seharga @1.90$. Rasanya enak dan lumer dimulut cuman kuenya agak keras waktu dimakan. Cheese tart ini saya beli dua waktu itu cuman saya lupa abisin dan dicolekin sama roti besoknya buat sarapan, ajaibnya tetap enak tanpa basi sedikitpun.

4. Subway


Subway ini sejenis roti isi yang punya banyak varian. Kita bisa pilih jenis rotinya, ukuran rotinya, jenis daging, sayur, sampai sausnya. Karena baru pertama kali nyoba jadi saya sok aja gitu kasih pickles di rotinya. Duh kecut banget kawan-kawan. Tapi sebenarnya enak kok, cuman terlalu kecut aja buat saya. Subway ini saya beli dengan harga sekitar 5.5$ di Vivo City.

5. Mr. Bean Eggwich




Kalau ngeliat displaynya, ini kayaknya enak banget. Tapi entah saya waktu itu lagi apes, ternyata rasanya biasa aja, untung beli satu doang sekitar 3.5$. Kalau di display, telornya meleleh gitu aslinya mah telornya mateng, dan dikasih daging (nggak tau daging apa) yang dibungkus didalam rotinya, rasanya sejenis roti pancake.

6. One Dollar Ice Cream



Belum lengkap ke Singapore tanpa menjejalkan ice cream ini ke mulut. Katanya sih dulu harganya memang persis satu dolar, tapi waktu saya beli sudah berubah jadi 1.20$. Rasanya enak loh! Ice creamnya nggak mudah meleleh dan saya nyobain ice cream yang pakai roti dan juga pakai wafer, semuanya enak.

Yap. Sekian makanan yang bisa saya share, meskipun sebenarnya ada beberapa yang sempat saya makan tapi nggak sempat saya fotoin. Mau di share tapi kok rasanya nanggung gitu wkwkwk 😅

love,
M

Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...