Skip to main content

What I've been eating in Kuala Lumpur



Yes, melanjutkan postingan saya sebelumnya ya teman-teman....
Jujur aja, setelah mendarat dengan cantik selamat dari Singapore ke Kuala Lumpur, saya kalap tiada terkira di KL. Karena.... makanan di KL jauh lebih murah daripada di Singapore, so no more ngirit, sikat semua! Sesederhana itu.
Jadi, inilah makanan beruntung yang sempat saya makan selama di KL

1. Kampong Kravers


Awalnya saya pikir rasanya bakal kayak kue pastelnya Indonesia, secara saya pesan yang isi ayam dan telur gitu kalau nggak salah. Ternyata, lidah saya mendeteksi rasa rempah, yang menurut saya kuat banget. Jadi kue ini didominasi rasa masakan India gitu, ditaburi rempah melimpah. Yang sayangnya, bukan selera saya.

2. Hokkaido Baked Cheese Tart



Saya ada bilang kan di postingan sebelumnya, kalau Cheese Tart lagi booming banget. Kalau sebelumnya saya sempat cobain KFC Cheese Tart, sekarang giliran Hokkaido yang saya beli di Suria KLCC. Hokkaido ini kejunya lebih nendang, lebih lumer dimulut dan lebih enak dibandingkan KFC punya. Hokkaido ini akan sangat sempurna kalau ditemanin sama kopi. Astaga ๐Ÿ˜ป


Kemudian, ada Hokkaido yang isiannya coklat dan kacang. Kesan pertama saya ngeliat yang coklat kacang ini adalah: mau diliat dari segi manapun, tetap kayak terang bulan kacang ๐Ÿ˜‚ Rasanya? Kalah jauh daripada yang cheese. Coklatnya so-so, jadi singkat kata masih enakan Terang Bulan Imut yang dijualin abang langganan saya. Serius.

3. Guess What




Nggak ada yang berubah dari doi selain rasanya yang enak (banget) dan harganya yang mehong. Kecuali, nama saya yang salah. Hmm apalah arti sebuah nama....

4. Mc Donald Ice Cone



Harganya cuma seringgit, kurang lebih 3K. Lebih murah 50% daripada harga di Indonesia. Volumenya emang lebih sedikit ya, kelihatan dari bentuknya. Rasanya? Percaya apa nggak lebih enak di Mcd Indonesia. Saya cukup yakin kok lidah saya beres waktu itu, Ice Creamnya terlalu manis dan terlalu 'susu' banget. Entahlah.

5. What Should I Name Them ?



Intinya, mereka ini adalah teman ketika saya ngitung sisa duit di hotel setelah jalan-jalan seharian. Atau, mangsa ideal untuk sarapan. Pokoknya, mereka semua enak. Dan.... kalau ada Indomie nyempil manis di salah satu foto. Apapun pertanyaan yang kalian ingin ajukan.... i just wanna say:
Indomie Selerakuuuuuuuuuuu ๐Ÿ’ž

6. Lok-lok



Ini masuk list saya untuk dicobain. Sayangnya, berhubung waktu makan ini saya masih agak kekenyangan karena masukin entah apa aja ke mulut saya sebelumnya, jadi saya kurang menikmati meskipun rasanya sebenarnya enak, sejenis rasa tempura gitu. Kamu bisa pilih lok-loknya mau dibakar, digoreng, atau direbus. Waktu itu saya pilih dibakar. Tersedia saus yang kalau nggak salah ada tiga macam, kamu bisa pilih sendiri. Ketika selesai makan, tinggal kasih tusuknya sama penjual biar dihitung harganya. Empat tusuk diatas seharga 15 ringgit.

7. Coconut Ice Cream


Ice cream ini enak loh. Batok kelapa dijadikan wadah ice cream ini. Kita bisa pilih tiga scoops ice cream dengan banyak varian, dan tiga jenis toping. Pilih suka-suka aja pokoknya. Sorry ya fotonya kurang cahaya gitu, karena waktu itu buru-buru mau ke Monorail karena cuacanya gerimis. Nggak lucu dong saya ntar basah kehujanan dan berubah jadi duyung di Jalan Alor?

8. Ice Cream Thailand (?)


Duh saya lupa namanya cuy. Pokoknya yang cara buatnya kayak di gulung gitu deh. Saya pilih rasanya mango, tapi sayangnya kurang enak. Lebih kerasa susunya daripada mangonya. Agak zonk, tapi tetep dimakan kok ๐Ÿ™ˆ
ps: abaikan ceker saya yang nebeng eksis.

9. 4Fingers



Sebagai pecinta sayap ayam, saya dengan bangga memperkenalkan 4Fingers ini, rasanya enak banget banget banget pokoknya. Addicted gitu deh saya sama 4Fingers ini. Sambil nulis ini saya masih mengenang rasanya didalam hati saya. See you soon, darling.

10. Nasi Lemak dan Mie Goreng


Konsep dasarnya, nasi lemak ini sama aja kayak nasi uduk, titik. Dan sesuatu yang tampak seperti gorengan yang ditusuk itu adalah.... pisang goreng. Mbak Alfi, dengan songongnya milih itu sebagai lauknya ๐Ÿ˜… yah.... silahkan bayangkan nasi uduk dan pisang goreng dalam satu suapan. Terus, mie goreng. Tampangnya sih enak, tapi rasanya hmmm rempah semua. Saya nggak sanggup makan banyak cuy, berasa makan rempah doang.

11. Dolly Dimsum


Ada dua menu lagi yang kita pesan waktu itu. tapi ini dulu yang di post yaa hehehe. Sekali lagi, saya lupa namanya. Pokoknya ini bakpao gitu yang isinya telor asin yang bakal meleleh sexy waktu digigit atau dibelah. Rasanya enak loh!

Yap, sampailah kalian pada penghujung postingan kali ini. Terimakasih sudah berkunjung dan see you soon, my friends.

much love,
M


Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay ๐Ÿ˜œ Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...