Skip to main content

Talk to God


Saya termasuk orang yang percaya bahwa keajaiban atau mujizat itu ada. Semejak saya hidup sendirian di Malang, jauh dari orangtua dan sanak saudara, saya jadi deketnya sama.... Tuhan. Silahkan ngakak, tapi ini serius lho :(
Setiap kali saya takut, khawatir, gelisah, dan gundah gulana galau merana saya selalu hibur diri saya sendiri sambil ngomong dalam hati gini: Tuhan itu ada dimanapun kamu berada, nggak cuman di Palangka Raya. Sejauh apapun kamu pergi, Tuhan selalu ada. Tenang.... Tenang....

Jadilah saya selalu komunikasi sama Tuhan, nggak selalu lipat tangan dan berdoa memang. Kadang saya cuman membatin sambil ngomong sama Tuhan tentang segala hal yang mengusik saya. Jadi saya mau cerita disini soal pengalaman nyata saya yang saya sebut sebagai keajaiban atau mujizat. Definisi saya soal keajaiban atau mujizat itu nggak mesti yang muluk-muluk, lho. Tuhan tolong saya melalui hal yang paling kecil sekalipun, buat saya itu sudah lebih dari sebuah bukti bahwa Dia, dengan segala kekuasaan-Nya akan selalu bersama saya. Kalau saya tunggu Tuhan kasih setumpuk uang yang lebih tinggi dari badan saya baru saya mau bilang itu mujizat, maka saya nggak akan pernah ‘kenal’ sama yang namanya mujizat itu sendiri. Cara orang mendefinisikan mujizat memang berbeda, setiap orang punya sudut pandang dan takaran masing-masing.

Well, here are the stories :

10.08.2016 Malam harinya, yaitu tanggal 09.08.2016 saya nggak bisa tidur karena keesokan harinya saya harus siapin mental paling baja dari segala baja karena mamah saya harus kembali ke Palangka Raya. Saya manja banget sama orangtua saya, nggak pernah pisah lebih dari sepuluh hari, jadi selama 21 tahun hari-hari kehidupan saya, berawal dan berakhir bersama mereka. Bad newsnya, besoknya saya harus masuk kelas matrikulasi yang kalau sesuai jadwal itu selesai pukul 13.40. Saya langsung nangis-nangis mohon sama Tuhan supaya ada keajaiban saya bisa pulang lebih cepat dari jadwal karena mamah saya berangkat jam 13.00...

Selama matrikulasi, saya nggak konsentrasi dosen saya ngomong apa, anak-anak dikelas ketawa saya juga ketawa nggak tau sebenarnya apa yang lucu. Saya harus lihat mamah saya karena itu adalah kekuatan terakhir saya sebelum berpisah setidaknya beberapa bulan kedepan. Saya selalu lirik jam tangan dan jam udah 12.15 aja, dosennya masih betah menjelaskan. Saya mulai merangkai kata-kata di kepala saya untuk bisa dikasih ijin pulang sebentar, dan saya ancang-ancang mau maju dan bicara minta ijin jam 12.30.... tapi, jam 12.20 telinga saya menangkap suara dosen saya yang kurang lebih bilang “saya kira cukup untuk hari ini”....
Saya langsung senang bukan main. Keluar kelas lebih cepat dari siapapun, dan lari-lari ke kost saya dengan penuh sukacita dan berkali-kali bilang terimakasih Tuhan Yesus, sudah dengarkan doa saya.

26.08.2016 Malam harinya, tanggal 25.08.2016 saya begadang karena besok harinya saya nggak ada kelas. Dan kalau sudah begadang, jangan tanya saya bangun jam berapa. Saya lebih snow white daripada snow white, a.k.a tukang tidur. Meskipun pangeran datang dan cium saya, saya nggak akan bangun kecuali pangeran itu nabok muka saya, saya pasti kaget dan bangun. Jadi, saya dalam mode snow white level 99 waktu itu, dan ajaibnya saya kebangun karena hp saya bunyi, bukan alarm karena pantang untuk saya pasang alarm kalau nggak ada kelas, tapi ada telepon masuk. Saya heran saya cukup sadar untuk langsung duduk dan angkat telepon yang ternyata dari teman saya yang ngabarin kalau hari itu adalah hari terakhir bayar uang kuliah plus pengisian berkas online.

Jadi ceritanya, proses pembayaran uang kuliah waktu itu bermasalah dan kita nggak bisa bayar lebih cepat. Ditengah ketidakpastian itu, ada kabar bahwa sudah bisa bayar uang kuliah tapi hari itu sudah hari terakhir pembayaran. Nggak berhenti sampai disitu, masih ada kekhawatiran saya yaitu pengisian berkas online. Disebutkan bahwa salah satu syarat berkasnya adalah surat pernyataan jumlah penghasilan orangtua, disahkan dengan materai dan tandatangan atasan tempat orangtua bekerja. Mampus saya! Saya sudah gelisah mikirin sempat apa nggak karena yang butuh waktu itu adalah minta tandatangan atasan orangtua saya, belum lagi file itu harus di scan dan dikirim lagi ke saya. Saya berdoa dalam hati semoga sempat... semoga sempat... dan, keajaiban terjadi. Pengisian berkas online itu nggak membutuhkan surat pernyataan yang buat saya gelisah. Haleluya!
Saya langsung sadar dan berterimakasih karena Tuhan bangunkan saya lewat telepon pagi itu, plus Dia kasih kemudahan dan kelancaran seperti yang biasa Dia lakukan.

List diatas akan terus bertambah, keajaiban yang datang dari Tuhan akan kembali terjadi. Saya percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, Dia bahkan tahu isi hati kita melebihi diri kita sendiri. Jadi sebenarnya, tanpa kita mintapun Dia tahu, dan mengerti. Dan nyatanya, disitulah hubungan spiritual kita dan Tuhan terjalin dengan cara berkomunikasi, lewat doa. Berdoa dengan rendah hati dan iman bahwa Tuhan dengar doa kita. 

Jangan bilang semua hal baik terjadi hanya sebatas keberuntungan atau bahkan kebetulan, ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Kalau kata keajaiban atau mujizat terdengar berlebihan ditelinga kamu, mulailah sebut semua hal baik yang terjadi sebagai berkat, dan kamu nggak akan sanggup hitung berkat-Nya karena mengalir terlalu deras :)

Matius 7: 7-8
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...