Sedih.
Bukan sedih ala drama korea dengan air mata yang menetes anggun satu
per satu.
Sedih yang saya maksud disini adalah sedih dengan berlinang air mata
pake gaya meraung-raung dengan lolongan panjang kayak serigala yang menghadap
ke bulan, miles away dari kata anggun.
Saya sedih karena saya harus tinggalkan Palangka Raya :(
Nggak usah ikutan sedih, saya belum kembali ke khayangan kok ;) saya
cuman pergi ke pulau seberang. Lebih spesifiknya ke Malang.
Ngapain?
Yah.... saya dengan otak yang sebegini adanya, ngambil magister di
Universitas Brawijaya.
Masih demen sekolah ?
Begitu komentar semua fans dan haters saya diluar sana. Jawabannya,
masih.
Kenapa mau repot-repot sekolah
lagi ? Nggak capek? Masih sanggup?
Fans dan haters kembali mengajukan pertanyaan. Well, saya masih belum
masuk kategori buas dalam hal ilmu untuk bisa bertarung dan bertahan dalam kejamnya
dunia kerja. Masih ada banyak hal, ilmu, pengetahuan yang harus saya ketahui
dan pahami. Taring saya belum numbuh.
Tbh, Capek sih. Otomatis menutup mata dan tarik nafas panjang kalau
mengingat perjuangan selesaikan skripsi kemaren. Tapi saya akan menikmati
setiap detik prosesnya dengan seminimal mungkin mengeluh. Soal kesanggupan,
saya rasa tulang saya sudah berubah jadi karet, elastis. Saya pasti sanggup,
saya lebih kuat daripada kelihatannya kok ;)
Loh, kuliah S2 kan empat tahun,
nggak ketuaan tuh lulus ntar ?
Saya sempat mangap-mangap juga waktu dengar kabar S2 itu empat tahun,
langsung galau gaes! Galaunya uda kaya disuruh milih salah satu dari personel
ONE DIRECTION buat diajak kencan, mana bisa ? Maunya kan semuaaaa :’( Apalagi
kalau setelah diseleksi ketat dari segala aspek, yang kesisa adalah Liam sama
Nial, ihh serem banget lebih serem dari valak deh kalau urusan pilih mereka.
Nah, out of topic kan jadinya! *lanjut* dan saya sadar disinilah guna
internet: mencari dan menemukan informasi. Google it yourself people, it has
everything you need to know. Intinya, kuliah S2 memakan waktu empat tahun,
adalah kesalahpahaman belaka. Bakal jadi 4 tahun bahkan lebih kalau malas sih 😂
Ini semua bukan hanya soal ambisi dan slogan ‘mumpung masih muda’ atau
sebagainya, ini adalah suatu awal dari sesuatu yang akan saya capai, ini soal
impian dan harapan, investasi masa depan.
Saya percaya nggak ada yang namanya wasting time untuk sesuatu seperti
ilmu dan pendidikan. Banyak hal yang mau saya wujudkan, banyak mimpi yang harus
menjadi nyata, dan salah satu cara saya mewujudkannya adalah melalui
pendidikan.
Bukan proses yang sarat akan “kesenangan” memang, saya sadar segala
sesuatunya akan menjadi ekstra berat buat saya, harus pandai adaptasi, harus
mandiri dan dewasa disaat yang bersamaan :)
Salam super, M.
Comments
Post a Comment