Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2016

Talk to God

Saya termasuk orang yang percaya bahwa keajaiban atau mujizat itu ada. Semejak saya hidup sendirian di Malang, jauh dari orangtua dan sanak saudara, saya jadi deketnya sama.... Tuhan. Silahkan ngakak, tapi ini serius lho :( Setiap kali saya takut, khawatir, gelisah, dan gundah gulana galau merana saya selalu hibur diri saya sendiri sambil ngomong dalam hati gini: Tuhan itu ada dimanapun kamu berada, nggak cuman di Palangka Raya. Sejauh apapun kamu pergi, Tuhan selalu ada. Tenang.... Tenang.... Jadilah saya selalu komunikasi sama Tuhan, nggak selalu lipat tangan dan berdoa memang. Kadang saya cuman membatin sambil ngomong sama Tuhan tentang segala hal yang mengusik saya. Jadi saya mau cerita disini soal pengalaman nyata saya yang saya sebut sebagai keajaiban atau mujizat. Definisi saya soal keajaiban atau mujizat itu nggak mesti yang muluk-muluk, lho. Tuhan tolong saya melalui hal yang paling kecil sekalipun, buat saya itu sudah lebih dari sebuah bukti bahwa Dia, dengan segal...

Ciao, Palangka Raya!

Sedih. Bukan sedih ala drama korea dengan air mata yang menetes anggun satu per satu. Sedih yang saya maksud disini adalah sedih dengan berlinang air mata pake gaya meraung-raung dengan lolongan panjang kayak serigala yang menghadap ke bulan, miles away dari kata anggun. Saya sedih karena saya harus tinggalkan Palangka Raya :( Nggak usah ikutan sedih, saya belum kembali ke khayangan kok ;) saya cuman pergi ke pulau seberang. Lebih spesifiknya ke Malang. Ngapain? Yah.... saya dengan otak yang sebegini adanya, ngambil magister di Universitas Brawijaya. Masih demen sekolah ? Begitu komentar semua fans dan haters saya diluar sana. Jawabannya, masih. Kenapa mau repot-repot sekolah lagi ? Nggak capek? Masih sanggup? Fans dan haters kembali mengajukan pertanyaan. Well, saya masih belum masuk kategori buas dalam hal ilmu untuk bisa bertarung dan bertahan dalam kejamnya dunia kerja. Masih ada banyak hal, ilmu, pengetahuan yang harus saya ketahui dan pahami. Taring s...

Karang Kates

Since me and my dad have nothing to do and while we are stay in Malang, we took bold and sudden decision to go to a place called Bendungan Karang Kates, based on google it’s quite interesting. While we finished breakfast, we asked the shop owner how to route to the Bendungan Karang Kates. After getting the information we need, we immediately set off using public transportation. Yeah, bahasa kalbunya itu biasa disebut ANGKOT. Karena saya dan papah saya sudah di doktrin oleh mamah saya yang menjunjung tinggi ilmu ‘Hemat pangkal kaya, pelit pangkal kaya raya’ jadilah kita pergi pakai angkot. Kita nunggu angkot dari depan Malang Town Square (Matos) dengan kode angkot GL menuju ke Gadang, biaya sekali jalan Rp.4.000-Rp.5.000 per orang dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit, karena you know lah bukan angkot namanya kalau mulus jalannya, ya nungguin penumpang yang jelas-jelas nggak mau naik lah, berhenti beli rokok lah, pakai acara teriakin temennya sesama supir angkot pakai dadah-d...