Skip to main content

Social Media

Hello again !
How’s life ? Hope it’s amazing as always :)
Okay, talking about SOCIAL MEDIA....
Siapa yang tidak tahu soal hal yang sangat dibutuhkan manusia beberapa tahun terakhir ini ? Bahkan papah dan mamah saya who is the clumsiest person to understand the social media things, mereka pakai email, line, whatsapp untuk berkomunikasi. Kagak mau kalah.

Sama seperti saya, saya juga pakai sosial media. Secara spesifik, saya punya BlackBerry Messenger, Line, dan Whatsapp. Facebook tidak terlalu masuk hitungan, karena saya login facebook itu mungkin hanya tiga kali setahun dengan durasi terlama sepuluh menit setiap login, dan Twitter.... i was too clueless to understand how it works, or how to get some fun with that, i have failed to understand you, Twitter.  So, i left Twitter with my (if i am not mistaken) 12 followers or even less ? Hahahaha
Was i perhaps forgot to mention the other social media might i have ?
NO, that’s all that i have.

Gimana sama Instagram, Path, SnapChat, dan apapun itu ? Saya nggak punya.
Yeah, saya sudah sangat sering mendengar teman-teman dan sodara-sodara saya menyarankan dan bahkan memaksa (terkadang mengancam) untuk pakai sosial media lain, terutama Instagram. Setiap kali hal itu terjadi, saya bakal bilang saya belum tertarik untuk punya akun Instagram. Dan mereka bakal jawab kurang lebih tapi hampir pasti “Pergi aja ke gua sana, bertapa sekalian”. Mereka bahkan bilang saya the anti social. Ckckck, kejam ya ?

Um, kamu juga boleh call me an old school. Saya suka kok lihatin foto, nonton video dan sebagainya seperti yang ada di Instagram teman-teman saya, saya juga suka diajak buat video pakai effect yang lucu-lucu di SnapChat. Tapi saya masih belum tergerak untuk buat juga. Diatas semuanya itu, saya sebenarnya lebih tertarik dengan tulisan. Sesuatu yang dihasilkan oleh pikiran seseorang, ditulis/diketik dan kemudian dibaca. Sounds too poetic ?
Itulah kenapa saya buat blog ini, bukan buat sosial media tambahan lainnya. Meskipun saya kurang tahu siapa yang bakal kerajinan baca blog saya, but I heart this blog, written with heart soalnya.
Sampai postingan ini di publish, saya sudah cukup puas dengan sosial media yang saya punya. Siapa tahu besok-besok saya buat Instagram, Path, SnapChat sekaligus ? Who knows, kan ?


The-not-so-anti-social, M.




Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...