Skip to main content

You'll g.i.d soon


Working on my undergrad thesis. Indonesia sih bilangnya Skripsi yaa
Well, that’s not as scary as I thought
Nggak sampe overwhelmed and depressed gitu juga kok tapi yang namanya rasa khawatir memang udah punya kerajaan dan menetap permanen di lubuk hati seluruh mahasiswa tingkat akhir.
Capek, it’s supposed to be.
Tapi saya selalu ingatkan diri saya : Jangan suka ngeluh!
Itu hanya suatu usaha sia-sia dalam membantu apapun yang kamu butuhkan….
Saya sudah setting mental mode bulldozer untuk semua kemungkinan, sikat aja! Kerjain aja!

“Every single step you take today, will be highly bless in Jesus”
This phrase became my mantra and I even set it as my lock screen so whenever I see it,
I’ll feel more sure about my step and my self, too!


See on it, it shows hours of 01.45 dawn and I’m far away from the Lets-go-to-the-bed feeling >_<
Lalu saya menemukan diri saya sedang menulis tentang semua itu disini, seperti biasa.
Percaya nggak percaya, it helps me somehow.
Help me bcs I think I can share (any kind of anything) through this absurd blog.
Well ya, kalau dipaksain lebih positif lagi dan kalau saya pasang mode
Trying to see things from a different angle,
Dan selain fakta (entah positif atau negatif) saya makin mesra sama kopi,
Skripsi ini ajarin saya soal tanggungjawab dan prioritas.
Tanggungjawab saya kepada orang tua, which is I owe ton of money from them.
I wish I’d just win the lottery, LOL
Nggak sih, bukan semata-mata soal uang tapi tanggungjawab saya untuk kasih liat mereka
Ini loh pah, mah, hasil kerja keras saya…
Hasil kerja keras yang dihiasi semangat dan bahkan kadang keputusasaan disetiap lembarnya. Hueks.
Then, prioritas. Tau mana hal urgent yang harus cepat dikerjain daripada sibuk sama hal-hal yang mengalihkan saya dari prioritas yang seharusnya. Hueks #2

I am almost there,
You’ll get it done
Depressed or not I’m gotta keep writing. Yiha!



Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...