Beberapa tahun yang lalu saya beli novel Mitch Albom yang
judulnya Have a Little Faith – Sebuah kisah nyata tentang perjalanan iman untuk
menemukan tujuan hidup. Didalamnya, saya menemukan kalimat-kalimat yang sungguh
bermakna:
Ia bersandar. “Nah. Giliranku. Lihatlah, jika kau bilang sains akhirnya akan membuktikan bahwa Tuhan tidak ada, tentang hal itu pastilah aku berbeda pendapat. Tak masalah seberapa kecil mereka mengembalikannya, hingga ke seekor kecebong, ke sebuah atom, pada akhir pencarian itu, selalu ada sesuatu yang tidak dapat mereka jelaskan,sesuatu yang menciptakan semua itu. “Dan, tak peduli seberapa jauh mereka mencoba cara yang sebaliknya—memperpanjang kehidupan, mengutak-atik gen, melakukan cloning ini dan itu, hidup hingga seratus lima puluh tahun—pada satu tahap, hidup tetap saja berakhir. Lalu apa yang terjadi ketika kehidupan sudah berakhir?”Aku mengangkat bahu. “Nah, kan ? ”Ia bersandar kembali. Tersenyum.“Bila kau sudah sampai diakhir, di situlah Tuhan mulai"
Namun, sewaktu aku berkendara pulang ke rumah malam itu kusadari sesuatu: bahwa aku tidak lebih baik, tidak lebih cerdas, hanya lebih beruntung . dan mestinya aku malu dengan pikiran bahwa aku mengetahui segala sesuatu, karena kita boleh tahu seisi dunia dan masih saja merasa tersesat di dalamnya. Banyak sekali orang yang menderita—meski sepandai atau secukup apa pun—mereka menangis, mereka kehilangan, mereka kecewa. Namun, alih-alih melihat ke bawah, mereka memandang ke atas, ke arah yang selalu kutoleh. Karena ketika dunia menjadi senyap hingga yang terdengar hanya napas sendiri, semua yang kita inginkan sama saja : kenyamanan, cinta, dan hati yang damai
....Aku jatuh cinta pada harapan
Comments
Post a Comment