Skip to main content

Lets say, one step closer


Harus saya akui, beberapa bulan terakhir adalah bulan-bulan yang rawan buat saya
Rawan kekhawatiran, rawan galau, rawan ragu, dan rawan-rawan yang lainnya -__-
Terlalu banyak skenario negatif  “gimana kalo” yang hilir-mudik dikepala saya
Dan saya hampir yakin skenario itu bakal terjadi, uh oh please don’t !!!
Siapa lagi sang pemeran utamanya kalau bukan proposal untuk tugas akhir ?
Sebenarnya sudah berjalan sedikit demi sedikit (dimana keleletannya ngalah-ngalahin siput) and somehow, worries filled my heart, head, soul, and mind almost everyday everysecond
Dengan segala kerendahan hati, saya ngaku ini sepenuhnya faktor kemalasan saya yang skalanya 1000:1 dengan actionnya. Jelas, 1 itu mewakili kemalasan saya yang semakin hari semakin pro
Saya nggak nyangka waktu akhirnya membawa saya kesini;
Seperti  menatap langit-langit kamar seraya mengkhawatirkan hal yang selama ini tidak pernah saya khawatirkan sebelumnya
Bahkan running man kurang sukses buat saya rileks beneran :(
merasa dihantui sama tuntutan proposal menyebalkan ituuu hiikss
Setiap ngeliat laptop, bawaannya ingat proposal
Setiap ngampus, pikiran sudah melayang di proposal
setiap bangun pagi, ngerasa ada yang kurang karena proposal belum rampung dan okay, jauh dari kata rampung!
Jangankan cepet-cepet ngajuin proposal buat dosen, segala macam syarat yang buat narik nafas terasa jadi dua kali lebih berat, harus ditambah dengan dokumen lain yang harus menyusul huhuhu
Setelah serangkaian test ICT dan TOEFL, masih adaaa aja dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi
Tapi karena 90% syaratnya sudah oke, jadi saya anggap one step closer lah buat proposal ini
Syaratnya loh ya yang 90% bukan proposalnyaaaa huhuhu
Berterimakasiiihhhh banget sama Tuhan Yesus sudah dikasih kemudahan untuk semuanya
Saya tau…. Pelan-pelan, Tuhan tuntun saya :)
Saya tau nggak ada yang instant, nggak bisa dalam sehari langsung jadi. Ada prosesnya :)
Even miracles take time, baby!
Suatu hari nanti saya bakal tersenyum kalo ingat perjalanan pendidikan saya atau ketika suatu hari nanti saya baca ulang postingan ini :)


Gadis yang tengah menatap langit-langit kamar,
M


Comments

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Masa-masa usia 20-an memang masalah yang sering membuat pelik ada 2.

    Bayang-bayang masa lalu atau ketakutan akan masa depan. Skenario "what if" sering muncul sebelum tidur, tapi semua itu memang proses pendewasaan :)
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay 😜 Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...