Skip to main content

My Dad Taught Me....


Papah adalah the one and only in our home who rarely complain, beneran deh
I mean, he’s not talking too much... nggak kayak saya dan mamah yang yahh gitu deh
Apa-apa dicomelin, apa-apa dikeluhin :D
And he’s a hard worker! He could fix almost everything, proud to be his daughter :)
Suatu hari (dulu) kita duduk santai diruang keluarga
Saya lupa gimana alurnya sampai papah ngomongin satu hal
yang sampai saat ini saya ingat betul
Dia bilang gini :

“Jangan menaruh dendam dengan orang lain,jangan bertengkar dengan orang lain,jangan menyimpan kedua hal itu sampai matahari terbenam.Saat matahari terbenam,saat itu juga semua kekesalan dan kebencian kamu terhadap seseorangjuga ikut terbenam.Jadi saat kamu pergi tidur,kamu tidur dengan hati yang ringan”

Such a valuable lesson
Saya pada saat itu yang cuman bisa kedip-kedip semi nganga, diam-diam menyimpan nasihat itu kedalam hati saya. Saya terapkan kedalam kehidupan saya untuk tidak menaruh dendam
dan kebencian terhadap siapapun
Mengampuni, mengasihi, dan berbesar hati terhadap orang-orang yang menyakiti saya
dan nggak suka sama saya. Bohong kalau saya nggak pernah kesal, marah bahkan ngamuk sama orang lain. Saya bahkan punya kemampuan meyumpah yang tidak diragukan lagi :D
Tapi setelah itu, I let it go.

Saya lebih baik marah dan ngamuk pada saat itu
daripada diam dan menyimpan dendam
Saya lega sudah memuntahkan semuanya, that’s all
Saya mungkin nggak punya hubungan yang baik dengan orang yang nggak suka saya,
but please noticed that I don’t hate them
Mereka minta maaf atau nggak, itu urusan mereka
Yang penting, hati saya nggak beban dan penuh sesak karena nampung-nampung kemarahan dan kebencian yang nggak ada gunanya.

Let’s free yourself from hatred !





Comments

Popular posts from this blog

Cetak Biru (1998)

Sewujud bangunan hadir di setiap kepala, tujuan yang mendenyutkan nyawa ke dalam cetak biru. Satu demi satu batu mimpi tersusun rapi, berlandaskan fondasi mantap, terekatkan semen yang kuat, Lalu, bangunan itu dilengkapi dan digenapi, sampai lahirlah utuh ke dunia materi. Setiap kepala memiliki rancangan bermacam-macam, pilihlah bahan yang berbeda-beda. Ada yang bahagia dengan gubuk sederhananya, ada yang baru terpuaskan dengan julangan menara. Dalam jutaan bangunan yang ada, pastikan milikmu ada di sana. Sekalipun bukan yang terkemuka, tapi senyata bulan di pembuka candra. Karena banyak batu terbengkalai di sekitar bangunan tak selesai, karena banyak penumpang di teras rumah orang, dan tak ada bangunan yang nyata hanya oleh ancang-ancang, Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan, Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lag...

I did It

Finally, after 1000 cups of coffee, The nights i spent with my hands on the keyboard, Oke. Lebay ๐Ÿ˜œ Intinya, I did it. Meskipun revisi tetap setia menanti, tapi hari ini saya sudah melewati tahap terakhir ujian tesis saya! Yay! Jadi, setelah semua jerih payah dan serangkaian proses yang melelahkan itu berada di belakang saya, rasanya lega banget. Tapi, jangan senang-senang dulu. Justru ini adalah pertanda masa kejayaan saya berakhir karena kehidupan yang sesungguhnya akan segera datang.  Bayangin deh jadi anak kuliahan, kerjanya belajar, maen, belajar, maen, gituuu aja. Enak, kan? Masa itu akan segera berakhir, karena tanggungjawab yang lebih besar setelah lulus menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Kita harus bisa mendapatkan pekerjaan, mencari uang, mengelolanya, hidup mandiri dan bertanggungjawab sepenuhnya.  Jadi, semoga ilmu yang kita dapatkan selama sekolah atau kuliah bisa menjadi bekal kita di masa depan, ya. Amin. Love, M

Naughty Nuri's Warung

Hi! Saya main ke Bali beberapa waktu yang lalu, dan nyobain pork ribs di Naughty Nuri's Warung sudah masuk ke dalam list saya sama teman saya. Jadi, lokasi Naughty Nuri's Warung ini terdapat di dua lokasi, yang pertama di  Jl. Raya Sanggingan No.88X, Kedewatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 dan yang kedua ada di Jl.  Mertanadi No. 62, Kerobokan, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361.  Berhubung hotel kita di daerah Kuta, jadi lebih efektif dan efisien untuk nyobain yang di daerah Seminyak dibandingkan di Ubud. Padahal, waktu di Ubud kebetulan kita ada janjian ketemuan sama temen-temen, berhenti dipinggir jalan yang kebetulan berseberangan dengan Naughty Nuri's Warung Ubud, tapi kita skip dulu untuk besoknya dan memutuskan untuk makan yang di Seminyak aja. Kalau di Ubud, tempat makannya konsepnya lebih tradisional, yang saya rasa justru mungkin lebih seru dan berasa homey aja. Nah, kalau di Seminyak, konsepnya sudah modern, da...